RSS

Odontektomi! (2)

02 Nov

Sebelum ceritnya dilanjut, mungkin akan saya sampaikan sedikit mengenai odontektomi…

pencabutan-gigi-bungsu-dengan-operasi-bedah-mulut-odontektomi

Gigi bungsuadalahgigi gerahamyang tumbuh terakhir kali dengan pertumbuhannya yang bervariasi pada setiap orang, direntang usia 16 sampai 25 tahun. Gigi bungsu normalnya berjumlah 4 buah, masing-masing dua di rahang atas (maksila) dan rahang bawah (mandibula). Tetapi, tidak semua orang memiliki benih gigi bungsu, atau jumlahnya bisa kurang dari 4 gigi

Karena tumbuh paling terakhir maka yang sering terjadi tidak mendapatkan ruang tersisa pada gusi sehingga tidak tumbuh dengan sempurna. Gigi hanya dapat tumbuh sebagian miring ke arah gigi di sampingnya atau tidak tumbuh sama sekali karena terbenam di dalam tulang. Keadaan inilah yang dalam ilmu kedokteran gigi di sebut Impaksi gigi.

Gigi yang tumbuh dalam posisi demikian bisa menjadi sarang penyakit karena sulitnya membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip lama kelamaan akan menimbulkan berbagai keluhan mulai dari gigi berlubang, infeksi jaringan lunak hingga terasa bengkak dan nyeri. Gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna juga dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian sendi rahang sedangkan gigi bungsu impaksi yang terbenam di dalam tulang dapat menyebabkan kista atau tumor.

Gejala-gejala yang biasa terjadi adalah migren, kepala pusing, sakit saat membuka mulut dan telinga berdengung. Bila masalah akibat gigi impaksi ini mengganggu, maka perlu dilakukan pencabutan oleh dokter gigi spesialis Bedah mulut untuk dilakukan pencabutan gigi bungsu, yang dalam istilah kedokteran gigi disebut dengan Odontektomi.

Odontektomi merupakan operasi kecil untuk mengangkat gigi impaksi. Sebelum dilakukan pencabutan, gigi yang impaksi perlu di foto rontgen terlebih dahulu untuk memeriksa bentuk dan posisi gigi pada tulang rahang. Setelah gigi bungsu yang bermasalah dicabut, biasanya keluhan-keluhan akibat gigi bungsu akan hilang.

Pada umumnya pasca Odontektomi ada sedikit pembengkakan, pembukaan mulut jadi sedikit terbatas untuk sementara waktu. Namun, hal ini pun tergantung pada besar kecilnya trauma pasca operasi odontektomi. Bila operasi berjalan mulus, tidak berlangsung lama dan tidak banyak tulang yang dibuang, pembengkakan ini biasanya tidak terlalu mengganggu.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 2, 2014 in Cerita

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: