RSS

HIDUP ADALAH PILIHAN

17 Jul

Road-Diverge-Quality-Four

“Pilihan yang terbaik adalah pilihan menjadi baik dan membaikkan”.

“Karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan nurani bukan dengan emosi. Lalu jalankan pilihan itu dengan cara yang baik pula”.

 

Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar, aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”.. dan bibit itu pun tumbuh, makin menjulang…

Bibit yang kedua bergumam, “Aku takut, jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memankannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman”.. Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi dan menampol segera.

***

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa hidup ini adalah pilihan. Setiap waktu kita dihadapkan berbagai pilihan yang harus kita pilih. Dan ketika seseorang memutuskan untuk tidak memilih itupun merupakan suatu sikap yang juga berarti pilihan. Jadi pilihan yang kita putuskan pada akhirnya akan menentukan langkah yang kita tempuh untuk menuju tujuan akhir. Bisa berarti tujuan akhir yang sesuai dengan kehendak ataupun meleset dari apa yang kita harapkan. Karena setiap keputusan pasti mengandung sejumlah resiko.

Lalu bagaimana, seorang memutuskan pilihan pada kehidupannya? Setiap manusia mempunyai tujuan hidup yang harus dicapai sebagai pilihan hidupnya. Untuk mewujudkan pilihan hidupnya maka sejumlah langkah pun dilakukan. Lalu bagaimana ketika seseorang sudah memutuskan pilihan tapi pada akhirnya tidak tercapai. Ya, itulah resiko dari sebuah pilihan. Kalau seperti itu maka timbullah banyak pertanyaan dibenak semua orang. Apa gunanya memilih yang baik-baik, walaupun akhirnya ada resiko tidak terwujud?

Sebagian orang langsung memutuskan jika seperti itu lebih baik tidak memilih menjadi apa-apa. Padahal memilih mengalir saja juga merupakan suatu pilihan.

Dari sini sudah mulai terlihat berbagai keraguan dan ketakutan yang menghantui diri sendiri. Dan keraguan serta ketakutan inilah yang sering membuat manusia menemui jalan buntu. Sebelum melangkah banyak halusinasi yang terlintas dalam pikiran, yang pada akhirnya menjadi suatu momok di hati yang sesungguhnya belum tentu terjadi dalam hidupnya. Inilah yang dinamakan ketakutan yang diciptakan sendiri, bayangan-bayangan kegagalan, pesimis yang merajalela mulai mewarnai jejaknya yang belum sempat terlangkahi. Kalau sudah seperti itu, arah kehidupan pun menjadi kian tak terarah. Hidup menjadi sengsara memikirkan hal-hal yang tidak perlu dipikirkan, menghambat sikap dan tindakan yang pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.

Karena kita tahu hidup adalah pilihan, maka yang perlu dilakukan adalah tenangkan diri dan bangun rasa optimis, bahwa apapun yang dipilih adalah yang terbaik bagi diri sendiri yang memiliki nilai positif bagi orang lain. Di dalam hidup tidak ada yang perlu ditakuti karena semakin diri ini takut maka semakin ketakutan itu kuat bersemayam dalam diri kita. Halau jauh-jauh keraguan yang ada. Susun setiap langkah dengan bijak dengan paham kapasitas dan pertimbangan, maka pilihan kita akan menjadi tepat.

Tidak ada seseorang pun yang bia menentukan hidup kita berlabuh kemana. Kitalah yang menentukan kemana arah hidup ini akan dibawa. Sukses adalah pilihan, demikian juga kebahagiaan. Setiap pilihan harus dijalankan dengan langkah pasti dan percaya diri, teguh pada pendirian dan tidak mudah terpengaruh. Di dalam sebuah hutan rimba tentunya banyak binatang buas dan kayu yang berharga, sama dengan rimba kehidupan yang banyak membahayakan hidup, tapi lebih banyak lagi yang memberikan berkah pada hidup. Jika kita membayangkan bahwa apabila kita masuk ke hutan tersebut kita akan dimangsa, selamanya kita tidak akan pernah berani masuk hutan tersebut. Dan tidak akan pernah mendapatkan kayu yang berharga tersebut. Artinya kita disini memilih tidak melakukan apa-apa yang otomatis juga tidak akan mendapatkan apa-apa. Tetapi bila kita fokus pada kayu yang berharga tadi, walaupun ada binatang buas kita akan memutuskan untuk masuk ke dalam hutan tersebut. Lalu berupaya menyusun strategi untuk menghindari atau menghadapi binatang buas tersebut. Bahkan tidak hanya binatang yang buas, mungkin juga masih banyak duri-duri yang tajam, ranting-ranting yang siap menghambat perjalanan kita. Lebih dari itu bisa saja setelah kita mendapatkan kayu berharga tadi tidak jarang kita lupa akan jalan keluarnya.  Kembali lagi disini harus memilih, memilih terus tersesat atau terus mencari jalan keluarnya. Semua ini berarti setiap ada peluang pasti ada ancaman, setiap keberhasilan pasti ada godaan. Untuk itu biarkan nurani yang memilih bukan emosi sebagai penetu.

Jangan pernah menyesali apa yang telah kita pilih, jika memang itu pilihan tidak sesuai dengan harapan janganlah berdiam diri karena itu hanya menambah deretan prestasi pilihan yang salah. Segera memilih ulang arah kehidupan dan tidak ada yang terlambat untuk memutuskan untuk menjadi pribadi yang baik.

Apapun yang menjadi pilihan seseorang, pilihlah menjadi orang yang baik dan membaikkan semua orang. Dan karena hidup adalah pilihan maka tentukanlah pilihan itu dengan bijaksana dan jalankan dengan optimis!

****

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 17, 2014 in Kisah Inspirasi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: